Apakah Kamu Merasakan Gangguan Kecemasan Berlebih?

Gunawan

Rasa cemas yang dirasakan setiap orang berbeda intensitasnya. Jika kamu merasa cemas yang dirasakan terlalu berlebihan dan bisa dibilang menjadi tidak masuk akal, maka bisa jadi kamu mengidap anxiety disorder. Anxiety disorder ini atau biasa disebut dengan gangguan kecemasan adalah rasa cemas yang sangat berlebihan dan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Karena dapat mempengaruhi aktivitas harian, maka gangguan ini dapat mempengaruhi si penderita dalam menjalani hidup normal.

Gangguan ini dapat dirasakan oleh siapapun baik anak-anak maupun usia dewasa. Mungkin banyak yang mengira penderita gangguan ini terlalu lebay atau terlalu sensitif terhadap keadaan, namun merekalah yang merasakan. Mereka merasa cemas dan bahkan kecemasan itu ada yang disebabkan kejadian traumatic. Sebenarnya mereka hanya perlu dukungan dari kita, bukan penghakiman. Penghakiman tanpa dasar hanya akan membuat si penderita gangguan kecemasan ini menjadi lebih jauh lagi tenggelam dalam kecemasannya.

READ  Cara Mengatasi Dislokasi Bahu agar Segera Sembuh dan Berfungsi Normal

Beberapa gejala yang sering ditemui menurut Alodokter adalah perasaan cemas yang terus menghantui, gelisah, tidak bisa tenang, tegang, tidak dapat memutuskan sesuatu, rasa takut, dan sulitnya berkonsentrasi. Tidak hanya mengganggu emosi, namun juga berdampak pada kesehatan fisik. Gejala yang ditimbulkan dari anxiety disorder ini adalah keringat berlebihan, mudah terkejut, mual, sakit perut, diare, kelelahan, otot yang menegang, dan detak jantung yang terlalu cepat.

Sebenarnya, rasa cemas memang wajar dirasakan setiap orang. Namun, berbeda dengan oenderita gangguan satu ini. Karena mereka bisa merasa cemas hanya karena hal-hal yang sepele. Penyebab  seseorang mengalami gangguan kecemasan adalah bisa disebabkan oleh kejadian traumatik seperti kekerasan dalam rumah tangga atau bullying. Aktivitas yang berlebihan juga dapat mempengaruhi dan mengambil alih kendali otak, emosi, serta tingkah laku. Anxiety disorder ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan, penggunaan obat-obatan terlarang, dan bahkan minuman beralkohol.

READ  Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mengatasi Dislokasi

Ada beragam jenis anxiety disorder, dilansir dari Hello Sehat, setidaknya ada empat jenis gangguan kecemasan yang sering dirasakan masyarakat. Berikut adalah empat jenis anxiety disorder.

  1. Fobia spesifik

Kecemasan ini biasanya dikarenakan rasa takut pada aktivitas atau hal sepele yang bahkan sebenarnya tidak berbahaya, seperti fobia pada laba-laba, serangga, badut, balon, darah, dan sebagainya. Biasanya, mereka yang menderita fobia ini tahu bahwa ketakutan yang mereka rasakan sangat berlebihan, namun mereka tidak dapat mengatasinya.

  1. Panic disorder

Serangan panik ini bisa terjadi secara tiba-tiba, ditandai dengan detak jantung yang semakin cepat, sesak napas, sakit kepala, keringat berlebih, dan napas yang memburu. Mereka pun tidak mengetahui alasan panik tersebut. Rasa panik yang dirasakan hanya sebentar, namun pada sebagian kasus ditemukan bahwa panic disorder juga menyerang selama berjam-jam.

  1. Social anxiety disorder

Biasa kita kenal sebagai gangguan kecemasan sosial yang biasa muncul ketika berada di tengah kerumunan banyak orang. Rasa takut yang dirasakan ini sangat ekstrem dan bahkan bisa menyebabkan si penderita menjadi gagap saat berbicara, terutama jika hal ini dirasakan setiap saat di lingkungan yang baru atau bertemu dengan orang baru hingga menyebabkan produksi keringat berlebih. Jika rasa cemas dirasakan pada saat bertemu dengan orang asing atau orang yang memiliki jabatan cukup penting, masih terbilang wajar. Gangguan satu ini dapat mempengaruhi kehidupan sosial seseorang dan tingkat kepercayaan dirinya.

  1. Generalized anxiety disorder

Ini merupakan gangguan kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir yang sangat berlebihan disertai ketegangan. Hal ini bisa terjadi meskipun si penderita berada dalam kondisi yang baik-baik saja.

READ  Dislokasi adalah Masalah Serius? Inilah Info Lengkapnya

 

Sumber gambar: unsplash.com