Beragam Penyebab Dislokasi Bahu yang Wajib Diwaspadai

Gunawan

 

Dislokasi bahu adalah suatu kondisi saat tulang lengan bagian atas keluar dari mangkok pelindungnya. Dalam beberapa kasus, jaringan di sekelilingnya bisa ikut tertarik dengan keras atau robek. Jika demikian, kondisinya semakin berat.

Kondisi dislokasi atau pergeseran tersebut sangat mungkin terjadi jika terlalu bergerak bebas, salah posisi, terbentur dengan keras, dan beragam penyebab dislokasi bahu di bawah ini. Lagipula, sendi-sendi peluru pada bahu terletak dalam mangkok pelindung (soket) yang kecil, sehingga menjadikan bahu bisa digerakkan bebas ke segala arah dan menjadikan posisinya tidak stabil, kemudian mudah mengalami dislokasi.

  1. Cedera Olahraga

Terdapat berbagai jenis olahraga yang bisa menyebabkan cedera ligamen bahu, terutama olahraga-olahraga yang banyak menggunakan tangan sebagai alat utama dalam permainan dan jenis olahraga yang berisiko jatuh. Berbagai contoh kegiatannya adalah bermain ski, senam, senam lantai, voli, sepak bola, futsal, dan basket. Pertandingan tinju, bela diri, dan gulat juga berisiko.

  1. Trauma
READ  Cara Mengatasi Dislokasi Bahu agar Segera Sembuh dan Berfungsi Normal

Penyebab dislokasi bahu yang satu ini sebenarnya hampir sama dengan cedera olahraga, tetapi tidak terjadi saat olahraga. Dislokasi bahu akibat trauma bisa terjadi ketika bahu mengalami benturan keras, di antaranya jatuh dari tangga, tidak sengaja menabrak sesuatu, jatuh dari motor, atau terpeleset lantai licin. Trauma juga menjadi penyebab yang paling banyak memungkinkan terjadinya dislokasi. Meskipun hal ini bisa menimpa siapa saja pada usia berapa pun, orang yang berusia lanjut akan lebih rentan terhadap trauma.

  1. Kerusakan Ligamen

Ligamen dan kapsul artikular yang rusak atau robek adalah salah satu penyebab dislokasi bahu. Pasalnya, kedua hal tersebut merupakan komponen utama dan komponen vital penghubung tulang. Jika kondisinya terjadi seperti ini, maka gejala sakit yang ditimbulkan semakin parah dan harus segera ditangani agar tidak merusak fungsi normal sendi dan tulang bahu. Upaya penanganannya juga dilakukan secara khusus.

  1. Hipermobilitas Sendi
READ  Apakah Kamu Merasakan Gangguan Kecemasan Berlebih?

Dikutip dari halodoc.com, pergeseran bahu atau dislokasi ini sering terjadi pada orang yang sangat aktif yaitu khususnya kasus hipermobilitas sendi. Kasus ini paling sering terjadi pada pria yang berusia sekitar 20 tahun dan banyak melakukan kegiatan fisik. Dikarenakan kerja sendi yang berat (lelah) dengan posisi yang tidak stabil, keadaan tersebut bisa menjadi penyebab dislokasi bahu.

Dislokasi bahu yang tidak segera ditangani ini umumnya akan mengakibatkan terjadinya kekakuan sendi. Hal ini terutama terjadi pada pengidap yang berusia 40 tahun karena sendi dan tulangnya sudah tidak berfungsi penuh dan rentan mengalami gangguan. Kekakuan sendi ini menyebabkan pengobatan yang lama dan tidak bisa kembali berfungsi normal. Kekakuan sendi ini disebut sebagai fraktur dislokasi.

  1. Jatuh pada Tangan
READ  Penyebab Dislokasi, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatannya

Jatuh dan mengalami cedera pada tangan memang berbeda dengan trauma. Jatuh pada tangan yang dapat menyebabkan dislokasi ini adalah jatuh yang bertumpu pada tangan. Pada kondisi ini, humerus terdorong ke depan dan merobek kapsul artikular. Terkadang, bagian posterolateral hancur. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini bisa mengakibatkan prosesus akromion yaitu mengungkit kapsul ke bawah dan bisa menimbulkan luksasio atau dislokasi.

Berbagai penyebab dislokasi bahu di atas memang harus diwaspadai karena sangat mengkhawatirkan. Dalam hal ini, penanganan kasus dislokasi juga harus dilakukan dengan tepat agar jangan sampai menimbulkan komplikasi yang bisa mengarahkan pada ketidakmampuan bahu untuk bergerak bebas. Kekuatan persendian juga akan tetap terjaga jika penanganan dislokasinya dilakukan sesuai prosedur medis.

 

Sumber Artikel:

www.halodoc.com

www.alodokter.com

 

Sumber Gambar:

d324bm9stwnv8c.cloudfront.net

www.alodokter.com