Berbagai Penyebab Disfagia yang Perlu Diwaspadai

Gunawan

 

Pernahkah Anda mendengar istilah disfagia? Istilah tersebut adalah istilah medis dari kondisi sulit menelan. Tubuh akan memerlukan waktu lebih banyak dan usaha lebih besar untuk menelan. Banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi ini dan penyebabnya menjadi indikator seberapa parahnya kondisi yang dialami penderita. Inilah informasi lebih lanjut tentang berbagai penyebab kondisi sulit menelan.

  1. Persoalan Sistem Imun

Dikutip dari halodoc.com, sistem imun juga berkaitan dengan kondisi sulit menelan. Sebagai salah satu penyebab disfagia, permasalahan sistem imun bisa menyebabkan pembengkakan atau peradangan dan kelemahan. Polymyositis adalah peradangan yang menyebabkan kelemahan otot dan peningkatan kadar enzim otot tulang. Dermatomyositis adalah peradangan yang jarang terjadi dengan gejala berupa munculnya ruam mencolok, otot lemas, radang yang penyebabnya tidak diketahui, dan peradangan otot.

  1. Persoalan Sistem Saraf

Terdapat persoalan sistem saraf yang berakibat pada disfagia. Masalah pertama adalah multiple sclerosis yaitu kondisi imun yang memengaruhi sel saraf di otak dan tulang belakang. Post-polio syndrome adalah persoalan kedua yaitu kondisi yang terjadi dari sekumpulan gejala disabilitas yang terjadi pada kisaran 30-40 tahun setelah seseorang mengidap penyakit polio.

READ  Tanda Seseorang Mengalami Dislokasi Bahu yang Wajib Diketahui

Selanjutnya adalah muscular dystrophy yaitu kelompok yang terdiri lebih dari 30 penyakit genetik otot yang terjadi di bagian otot sadar dan secara perlahan menjadi semakin melemah. Kondisi berikutnya adalah penyakit Parkinson yaitu degenerasi sel saraf secara bertahap di bagian otak tengah dan berfungsi mengatur pergerakan tubuh.

 

  1. Kejang Pada Kerongkongan

Kondisi kejang di kerongkongan juga menjadi penyebab disfagia. Kerongkongan tiba-tiba berkontraksi dan terkadang kondisinya dapat mencegah makanan untuk masuk sampai ke lambung. Tentu saja hal ini sangat memengaruhi kelancaran pencernaan.

  1. Scleroderma

Penyakit yang terbilang langka ini juga melibatkan pengerasan serta pengencangan kulit dan jaringan penghubung dalam tubuh. Jaringan di kerongkongan ini menjadi keras dan sempit. Scleroderma juga menjadikan otot bawah kerongkongan menjadi melemah. Hal ini mengakibatkan makanan dan asam lambung kembali naik ke kerongkongan dan mulut.

  1. Asam Lambung
READ  Penyebab Dislokasi, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatannya

Penyebab disfagia berikutnya adalah asam lambung yang ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau timbul sensasi terbakar di dada. Jika asam lambung sering naik ke kerongkongan, maka dapat mengakibatkan ulcer di kerongkongan. Akibatnya, timbullah luka-luka yang membuat kerongkongan menyempit.

 

  1. Esofagitis

Kondisi yang satu ini merupakan suatu peradangan di lapisan esofagus atau kerongkongan. Organ yang berbentuk pipa yang tersusun dari otot juga berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Peradangan di lapisan esofagus ini diakibatkan oleh berbagai faktor, di antaranya asam lambung, infeksi, atau adanya sesuatu yang tersangkut di kerongkongan.

  1. Divertikula

Kondisi ini juga menjadi penyebab disfagia yaitu berupa peradangan atau infeksi di kantung yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan, terutama di usus besar. Jika tidak segera ditangani, kondisinya bisa semakin memburuk dan membahayakan.

  1. Benjolan di Luar Kerongkongan
READ  Beragam Penyebab Dislokasi Bahu yang Wajib Diwaspadai

Timbulnya benjolan di luar kerongkongan juga menjadi penyebab sulit menelan. Benjolan yang dimaksud ini berupa kelenjar limfa, tumor, dan bone spurs yaitu tulang yang tumbuh menonjol ke luar tubuh dan muncul di tempat pertemuan  dari kedua tulang atau persendian).

  1. Tumor Kerongkongan

Tumor adalah penyakit yang berbahaya dan berasal dari sel-sel berlipat ganda. Jumlahnya juga tidak terkendali. Pertumbuhan tumor di kerongkongan ini ada yang bisa menyebabkan kanker dan ada yang tidak.

Berbagai penyebab disfagia tersebut harus ditangani dengan baik. Jika tidak, kondisinya bisa semakin parah dan semakin menyulitkan Anda untuk menelan. Asupan makanan dan minuman tidak terpenuhi dengan baik, jika penyebabnya tidak segera ditangani. Pemeriksaan secara medis sangat diperlukan dan harus segera dilaksanakan dengan baik agar kondisinya segera membaik dan sembuh seperti sedia kala.

 

sumber artikel:

www.halodoc.com

www.alodokter.com

 

sumber gambar:

www.halodoc.com

doktersehat.com