Cara Mengatasi Dislokasi Bahu agar Segera Sembuh dan Berfungsi Normal

Gunawan

 

Setiap persendian bisa terkena cedera, termasuk dislokasi. Pergerakan yang aktif namun tidak benar atau berlebihan akan menimbulkan persoalan ini. Kecelakaan juga menjadi faktor risiko yang berbahaya. Bahu adalah bagian yang cukup sering mengalami cedera hingga dislokasi bahu.

Kondisi ini sangatlah berbahaya jika tidak segera ditangani. Untuk itu, segera lakukan cara mengatasi dislokasi bahu agar dapat pulih kembali dalam kondisi normal. Inilah berbagai upaya untuk mengatasi  dislokasi secara medis disertai dengan perawatan di rumah.

  1. Reduksi

Terdapat beberapa langkah medis yang dilakukan dokter untuk menyembuhkan dislokasi pada bahu pasien. Setelah menjalankan pemeriksaan diagnosis untuk mengetahui kondisi dan lokasi dislokasi dengan tepat, dokter akan memberikan tindakan khusus. Cara pertama untuk mengatasi dislokasi bahu adalah reduksi yaitu upaya pengembalian tulang dan sendi ke posisi semula.

Dilansir dari hellosehat.com, dokter bisa melakukan beberapa manuver halus untuk membantu mengembalikan tulang bahu ke posisi semula yang benar. Meski demikian, hal ini tetap memperhitungkan rasa sakit yang ditimbulkan dan pembengkakan yang terjadi. Tergantung pada tingkat rasa sakit dan bengkak, pasien diberikan relaksan otot atau sedatif atau anestesi umum sebelum manipulasi tulang bahu. Saat tulang bahu sudah berada dalam posisi semula, rasa nyeri dan sakit yang berkepanjangan itu akan mereda dan berangsur-angsur menghilang.

  1. Imobilisasi
READ  Berbagai Penyebab Disfagia yang Perlu Diwaspadai

Tindakan pengobatan berikutnya adalah imobilisasi. Dokter akan menerapkan splint atau sling khusus kepada pasien untuk beberapa hari sampai selama 3 minggu untuk menjaga bahu dari pergerakan. Seberapa lamanya pasien menggunakan splint atau sling ini tergantung pada kondisi dislokasi bahu dan seberapa cepatnya splint dipasang setelah dislokasi.

  1. Operasi

Tindakan operasi ini adalah optional yaitu dilakukan jika memang perlu. Pasien akan memerlukan operasi jika mempunyai sendi bahu atau ligamen yang lemah dan cenderung memiliki dislokasi bahu berulang, walau sudah diterapkan penguatan dan rehabilitasi yang tepat. Pada kasus yang langka, pasien juga memerlukan operasi apabila saraf atau pembuluh darah terganggu.

  1. Mengonsumsi Obat Medis

Dokter juga memberikan obat medis kepada pasien untuk meredakan rasa sakit dan relaksasi. Obat yang dikonsumsi adalah pereda rasa sakit dan relaksan otot untuk menjaga agar pasien tetap nyaman dan segera berkurang rasa sakitnya. Lebih dari itu, cara mengatasi dislokasi bahu dengan relaksan otot akan membantu penanganan agar cepat, tidak sakit, dan aman.

READ  Dislokasi adalah Masalah Serius? Inilah Info Lengkapnya

5. Rehabilitasi

Upaya rehabilitasi ini harus dijalankan oleh pasien yang menjalani operasi ataupun yang tidak. Semua pasien harus menjalankan proses ini demi kesembuhan yang optimal. Setelah splint atau sling bahunya dilepas, pasien mulai melakukan program rehabilitasi ini guna mengembalikan pergerakan, kekuatan, serta stabilitas sendi bahu.

  1. Membatasi Pergerakan Lengan

Cara mengatasi dislokasi bahu berikutnya yaitu harus membatasi pergerakan lengan. Hal ini bertujuan agar penyembuhan bisa berlangsung optimal dan bahu dapat berfungsi normal, tanpa hambatan. Lebih dari itu, pembatasan gerak pada bahu yang baru saja mengalami dislokasi ini akan mencegah adanya komplikasi  atau cedera berulang.

  1. Mengompres bagian yang cedera

Pengompresan adalah teknik pengobatan yang bisa diterapkan untuk menghambat peradangan dan mengurangi rasa nyeri. Anda bisa mengonsultasikan hal ini kepada dokter terkait pengompresan sebagai perawatan di rumah. Hal ini bisa membantu meredakan pembengkakan, namun harus dilakukan dengan cara yang benar.

READ  Tanda Seseorang Mengalami Dislokasi Bahu yang Wajib Diketahui

Berbagai cara mengatasi dislokasi bahu di atas sangat penting untuk diterapkan. Anda bisa segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalaminya. Jangan menunda pemeriksaan karena bagaimanapun kondisinya akan lebih baik jika ditangani secara tepat dari awal. Semua ini demi kesehatan tulang dan sendi agar tetap kuat dan berfungsi normal.

 

Sumber artikel:

www.honestdocs.id

hellosehat.com

 

Sumber gambar:

merahputih.com

id.aliexpress.com

id.wikihow.com