Dislokasi adalah Masalah Serius? Inilah Info Lengkapnya

Gunawan

 

 

Dislokasi adalah cedera yang terjadi pada sendi berupa pergeseran tulang sampai keluar dari posisi normalnya. Seluruh sendi tubuh bisa mengalami dislokasi, termasuk sendi bahu, siku, jari, lutut, pinggul, dan pergelangan kaki. Sendi yang sebelumnya pernah mengalami dislokasi memang lebih berisiko mengalami dislokasi berulang.

Penyebab Dislokasi

Dislokasi bisa terjadi karena seseorang mengalami cedera, terutama karena benturan keras yang dialami oleh sendi. Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalaminya adalah kegiatan olahraga, kecelakaan kendaraan bermotor, faktor keturunan (lahir dalam kondisi ligamen lemah), lanjut usia, dan usia anak-anak.

Kegiatan olahraga yang rentan menyebabkan dislokasi adalah permainan bola besar (basket, sepak bola, futsal), senam lantai, gulat, tinju. Kegiatan olahraga tanpa diawali dengan pemanasan juga bisa menyebabkan cedera karena kondisi otot dan sendi yang belum lentur.

Dalam kasus kecelakaan kendaraan, dislokasi yang dialami bisa lebih parah karena terjadi akibat benturan yang tidak disengaja dalam kondisi berada di medan yang bergerak. Penanganan yang tepat akan mengembalikan fungsi gerak sendi dan kekuatan tulang secara optimal.

READ  Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mengatasi Dislokasi

Proses Diagnosis

Terjadinya pergeseran tulang sampai keluar dari posisi normalnya ini tentu hanya bisa ditangani secara medis. Pemeriksaan oleh dokter secepatnya sangat dibutuhkan agar kondisi tulang dapat segera dikontrol dengan baik agar ke depannya tetap berfungsi normal.

Pada tahap awal, dokter akan melakukan tes diagnosis. Pemeriksaan diagnosis dislokasi yang dilakukan adalah memeriksa area sendi yang memang dicurigai mengalami dislokasi sekaligus memeriksa sirkulasi darah di area dislokasi. Berikutnya, dokter melakukan beberapa tes untuk memastikan diagnosis, antara lain adalah foto rontgen dan MRI.

Foto rontgen tersebut bertujuan menunjukkan adanya dislokasi atau kerusakan lain di area sendi, misalnya patah tulang. MRI dilakukan untuk membantu dokter dalam menilai kerusakan struktur jaringan lunak di sekitar sendi yang mengalami pergeseran.

READ  simak berikut ini bagaimana cara mengobati gastroschisis

Pengobatan Dislokasi

Setelah didiagnosis bagaimana kondisi dislokasi yang sebenarnya, dokter akan memberikan penanganan medis yang tepat. Pengobatan yang dilakukan ini disesuaikan dengan area dan juga tingkat keparahan dislokasi yang dialami pasien. Beberapa bentuk pengobatan dislokasi tersebut adalah reduksi, imobilisasi, operasi, dan rehabilitasi.

Reduksi adalah tindakan dokter untuk mengembalikan tulang ke posisi semula. Imobilisasi merupakan tindakan dokter untuk menghambat gerak sendi menggunakan penyangga sendi, seperti gips, sampai beberapa minggu. Operasi dilakukan untuk mengembalikan tulang yang bergeser tersebut ke posisi semula. Tindakan operasi juga dilakukan jika pembuluh darah, saraf, atau ligamen yang berdekatan dengan dislokasi mengalami kerusakan. Rehabilitasi akan dijalani pasien setelah penyangga sendi dilepas dan bertujuan memulihkan jangkauan gerak dan kekuatan sendi.

Selain melalui tindakan pengobatan medis, terdapat beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pasien sendiri untuk membantu proses penyembuhan. Perawatan untuk menjaga kesehatan sendi juga sangat diperlukan dalam proses pemulihan. Pasien harus mengistirahatkan sendi yang mengalami dislokasi dengan membatasi gerakan sendi yang cedera dan menghindari gerakan yang bisa memicu rasa sakit. Mengonsumsi obat pereda nyeri juga sangat dianjurkan jika rasa nyerinya memang parah.

READ  Apakah Kamu Merasakan Gangguan Kecemasan Berlebih?

Pengobatan dengan mengompres sendi dengan air hangat atau es juga sangat membantu. Caranya adalah dengan meletakkan kain yang sudah dibasahi air es atau air hangat tersebut ke sendi yang cedera untuk mengurangi peradangan juga rasa sakit. Gunakan kompres dingin selama 1-2 hari pertama. Setelah 2-3 hari, saat rasa sakit dan peradangan mulai menghilang, gunakan mengompres panas untuk membantu melemaskan otot yang sakit dan terasa kencang. Melatih sendi yang cedera juga dibutuhkan agar aktif kembali dan bisa berangsur-angsur berfungsi normal.

 

sumber artikel:

www.alodokter.com

www.halodoc.com

 

sumber gambar:

www.alodokter.com