Penyebab Dislokasi, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatannya

Gunawan

 

Dislokasi terjadi jika dua tulang yang menyambung pada sendi keluar dari posisi normalnya. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan jika tidak segera ditangani. Anda akan merasakan sakit dan kesulitan melakukan aktivitas. Jika dibiarkan saja dan tidak ditangani secara medis, maka kondisinya bisa semakin parah.

Penyebab Dislokasi

Kasus pergeseran tulang dan sendi pasti mempunyai penyebab yang tidak sepele. Untuk itu, kondisi dislokasi yang terbilang parah. Penyebab dislokasi memang banyak, mulai dari kegiatan sehari-hari sampai kecelakaan.

Penyebab yang paling berisiko menyebabkan dislokasi adalah kecelakaan atau jatuh yang parah. Benturan keras yang dialami saat kecelakaan atau jatuh sangat berpotensi menyebabkan pergeseran tulang. Untuk itu, penanganan harus segera dilakukan sebelum kondisinya semakin parah atau bahkan bisa merusak saraf hingga tak bisa berfungsi normal lagi.

Penyebab dislokasi berikutnya adalah kegiatan olahraga yang menimbulkan cedera. Permainan bola besar, seperti sepak bola, basket, futsal, lebih berisiko menyebabkan seseorang mengalami cedera hingga dislokasi. Jenis olahraga lain yang berisiko, misalnya gulat, tinju, angkat beban, dan senam lantai, juga berisiko menyebabkan kondisi ini. Apabila berolahraga tanpa pemanasan, maka risiko untuk mengalami cedera juga semakin besar karena kondisi otot dan persendian belum lentur dan langsung digunakan untuk aktivitas berat.

READ  Tanda Seseorang Mengalami Dislokasi Bahu yang Wajib Diketahui

Faktor usia juga sangat berpengaruh pada kemungkinan mengalami cedera. Seseorang yang sudah lanjut usia akan lebih mudah jatuh dan mengalami cedera karena ketidakseimbangan tubuh. Lebih dari itu, kondisi tulang dan sendinya juga sudah rapuh, sehingga lebih berisiko mengalami dislokasi. Usia anak-anak juga rentan mengalami cedera akibat kondisi tulang dan sendinya masih belum kuat karena masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan.

Gejala dan Komplikasi Dislokasi

Gejala yang dialami penderita dislokasi bisa berupa rasa sakit yang teramat sangat, ketidakmampuan bergerak, dan kecacatan bentuk area sendi. Dislokasi bisa terjadi hampir di semua bagian tubuh, termasuk bahu, siku, lutut dan pergelangan kaki. Dengan demikian, tetap waspada dalam melakukan kegiatan. Bergeraklah dengan baik dan penuh persiapan.

READ  Beragam Penyebab Dislokasi Bahu yang Wajib Diwaspadai

Berbagai penyebab dislokasi di atas bisa memberikan gambaran mengenai aktivitas yang bisa menyebabkan kondisi tulang dan persendian tidak baik. Selain rasa sakit dan nyeri yang berkepanjangan, gejala yang dialami juga berupa pembengkakan dan lebam di area yang mengalami trauma. Saat area yang cedera tersebut digerakkan atau tersenggol, tentu akan terasa sakit. Mati rasa dan kesemutan juga bisa dialami.

Apabila kondisinya tidak segera ditangani, bisa terjadi komplikasi berupa kerusakan saraf dan pembuluh darah, robeknya ligamen, otot, dan jaringan lunak, peradangan sendi di area yang mengalami trauma, dan meningkatnya risiko cedera kembali pada area yang mengalami dislokasi. Untuk itu, jangan tunggu sampai kondisinya parah. Segera periksakan kondisi tubuh yang terluka jika mengalami sakit dan sulit bergerak.

Metode Pengobatan Dislokasi

Kondisi cedera yang parah ini harus segera ditangani dengan baik dan tepat agar segera sembuh dan dapat kembali berfungsi normal. Pengobatan penderita dislokasi ini harus ditangani oleh dokter ahli. Dikutip dari halodoc.com, proses pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan diagnosis untuk mengetahui pasti bagaimana kondisi penderita melalui foto rontgen dan MRI. Setelah diketahui lokasi dan seberapa parah kondisinya, dokter akan menerapkan beberapa pengobatan.

READ  Apakah Kamu Merasakan Gangguan Kecemasan Berlebih?

Langkah penanganan pertama adalah reduksi yang bertujuan mengembalikan tulang ke posisi semula. Langkah berikutnya adalah imobilisasi yaitu tindakan yang menghambat gerak sendi menggunakan penyangga sendi, seperti gips, sampai beberapa minggu. Tindakan ini dilakukan setelah tulang dikembalikan ke posisi semula.

Apabila kondisinya sangat parah dan tulang tidak dapat dikembalikan ke posisi semula atau terdapat kerusakan pembuluh darah, saraf, atau ligamen, maka dilakukanlah operasi. Kondisi yang parah tersebut bisa terjadi karena penyebab dislokasi yang parah. Tindakan medis berikutnya adalah rehabilitasi yang harus dilakukan pasien, baik yang mengalami tindakan operasi, maupun tidak. Semuanya harus menerapkan proses ini demi kesembuhan area yang mengalami dislokasi agar bisa kembali kuat, seimbang, dan berfungsi normal secara aktif.

 

Sumber Artikel:

id.wikihow.com

www.halodoc.com

 

Sumber Gambar:

www.alodokter.com

www.kuherbal.web.id